Anak Muda “Di Persimpangan Jalan” (1)

Ya.. ya.. ya..

Perempuan yang mengenakan rok pendek, gadis-gadis yang mengenakan celana sangat pendek (bukan celana pendek lagi), kini dengan santainya berkeliaran di Jakarta. Sungguh pemandangan yang menggoda hasrat para pejantan. Diakui bahwa pemandangan seperti itu sangat sulit untuk dilewatkan begitu saja.

Apakah gerangan yang terjadi?

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

so what” bila hal seperti ini terjadi?

Apakah gerangan yang terjadi?

Perempuan mengenakan pakaian yang menggoda hasrat para pejantan. Banyak perempuan yang mengenakan celana sangat pendek, rok pendek bahkan baju “you can see“.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

Sebagai pejantan, rasanya sulit untuk mengidentifikasi permasalahan ini. Karena hal tersebut terjadi berdasarkan apa yang dipahami oleh perempuan. Namun, jika boleh berpendapat: anak muda (baik perempuan maupun laki-laki) sedang berada di persimpangan jalan. Jalan mana yang Anda pilih?? Jalan gelap yang kau pilih, penuh lubang dan mendaki atau jalan terang yang terkadang juga berlubang dan mendaki.

so what” bila hal seperti ini terjadi?

Jadi bila sudah mengenakan pakaian yang dapat menggoda hasrat para pejantan, apa yang diharapkan dari itu semua? Pertanyaan ini rasanya juga hanya bisa dijawab oleh perempuan. Namun, jika boleh bertanya-tanya: apakah perempuan ingin digoda oleh para pejantan? apakah hanya ingin mengikuti tren yang tidak jelas? apakah sekedar iseng? apakah karena tidak ada pakaian lain? apakah ingin menjadi perhatian dari para pejantan? apakah? apakah?

One Response to “Anak Muda “Di Persimpangan Jalan” (1)”

  • anto2k says:

    menurut sudut pandang ekonomis

    perempuan yang memakai celana sangat pendek (bukan pendek lagi) itu adalah perempuran yang sangat memahami arti penting dari hubungan biaya dan informasi.

    dengan celana sangat pendek tersebut otomatis ‘informasi yang disajikan’ memiliki nilai / value yang sangat tinggi. sebaliknya, bagaimana dengan biaya? tentu saja biaya yang dibutuhkan untuk membuat celana pendek tersebut tidak setinggi biaya untuk membuat celana panjang yang menutupi sampai ke mata kaki.

    jadi ’so what?’ informasi yang disajikan bermutu tinggi dan biaya yang dikeluarkan sangat minim / rendah? bukankah ini yang diharapkan dari sudut pandang ekonomi?
    he.he.he.he

    :cd:

Leave a Reply

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 5 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
My Personality

Click to view my Personality Profile page

Words of Wisdom
Hidup tanpa agama bagaikan pohon tanpa buah.
Clock

horoscop 2009 free online movies horoscop 2010 | horoscop saptamanal | horoscop zilic | horoscop |

Get Adobe Flash player
Calendar
Asmaul Husna
INDONESIA